Total Sintesis Senyawa Mitomycin
Topik kali ini
saya akan membahas mengenai sintesis total pada mitomycin. Sebelum kita melihat dan mempelajari sintesis
total pada mitomycin ada lebih baiknya kita mengetahui apa mitomycin itu.
1. MITOMYCIN
Mitomycin adalah kemoterapetik antibiotik turunan Aziridine yang
merupakan hasil isolasi dari Streptomyces
caespitosus atau Streptomyces
lavendulae. Mitomycin C (MMC) adalah agen kemoterapi yang umum yang
menghambat pertumbuhan sel. Ia juga dikenal untuk mengurangi proliferasi
fibroblast, sebuah elemen penting dalam pengembangan jaringan parut. Mitomycin
C merupakan penyambung silang DNA yang kuat karena
pada dasarnya DNA adalah salah satu target molekul utama bagi banyak
dari obat-obat
kemoterapi dan pada dasarnya dipandang sebagai target non-spesifik
dari agen sitotoksik. Mitomycin, kelas antibiotik adalah antibiotik spektrum luas dan berbeda dengan orang lain
membentuk hubungan kovalen dengan DNA dan fungsi sebagai agen alkylating bioreductive
dalam ketiadaan oksigen. Mereka diisolasi dari kultur kaldu dari (treptomyces caespitosus.
struktur inti adalah konfigurasi dari kuinon, sebuah aziridine dan bagian karbamat
sekitar inti 1,2-indole pirol. Mekanisme kerja melibatkan silang dari dua untai komplementer DNA
dan keterikatan obat untuk untai tunggal untuk alkilasi. pengurangan dari
bagian kuinon membuat obat alkylator kuat dan aktivasi asam mempertimbangkan lingkungan asam sekitar sel tumor, mitomycin adalah
mekanisme kedua yang mengaktifkan itu sebagai alkylater. Hal ini juga
mendalilkan
untuk membentuk spesies oksidatif reaktif selain alkilasi.
a. Adapun struktur dari berbagai
macam mitomycin
2.
MEKANISME REAKSI
SINTESIS MITOMYCIN
Mitomycin sebagai obat antikanker adalah berikatan dengan DNA tumor
sehingga replikasi DNA dari tumor terganggu dan lama kelamaan akan mati :
Dari gambar diatas, pada tahap I mitomycin C direduksi yang berfungsi
untuk melindungi gugus fungsi karbonil sehingga struktur nya berubah menjadi ;
O karbonil (atas) menjadi elektropositif dan PEB nya berdelokalisasi pada
cincin siklik, serta O karbonil (bawah) menjadi OH. Berikut ini adalah reaksi
yang terjadi pada tahap I :
Pada tahap II terjadi pelepasan –Ome dari struktur menjadi MeOH sehingga
electron berdelokalisasi pada cincin siklik membentuk ikatan rangkap, seperti
dijelaskan pada reaksi berikut :
Selanjutnya pada tahap III, struktur mitomycin mengalami reaksi alkilasi
oleh DNA tumor, reaksinya adalah sebagai berikut :
Pada tahap IV,
DNA membentuk siklisasi dan melepas gugus –OCONH2 yang
diilustrasikan pada gambar berikut ini :
Pada tahap akhir, terjadi reaksi oksidasi untuk mendapatkan gugus
karbonil pada struktur awalnya, reaksinya adalah sebagai berikut :
3. PEMBENTUKAN SENYAWA INTERMEDIET AROMATIK
Tahap
1 : TiCl2 merupakan katalis
asam (aseptor) dari dikloro metoksi metana, sehingga menyebabkan O menjadi
rangkap dan akan mendesak metil lepas dan terbentuk aldehid. Gugus metoksi pada
senyawa orto-diklorotoluena merupakan pengarah orto-para sehingga substituen
dikloro metoksi metana tersubstitusi orto.
Tahap 2 : mCPBA(meta Cloro Peroksi Benzoat Acid) merupakan reagen yang mudah
menjadi radikal. Sehingga menyebabkan senyawa yang berikatan menjadi radikal pula. Setelah itu
radikal-radikal tersebut akan bereaksi membentuk gugus karbonat. Setelah itu
radikal-radikal tersebut akan bereaksi membentuk gugus karbonat.
Tahap
3 : Tahap
ini melalui 3 step : menggunakan reagen NaOMe yang mengkationisasi gugus
karbonat, menggunakan reagen MeOH yang menghasilkan senyawa ester dan
menggunakan air untuk menghidrolisis ester dan menghasilkan gugus hidroksi atau
senyawa orto-dimetoksi meta-hidroksi toluene.
tahap 4 : Reaksi substitusi elektrofilik
dari 3-bromo-1-propena, H yang
terikat pada O akan berikatan dengan Br- sehingga propena akan tersubstitusi
pada O. Aseton disini sebagai
pelarut.
Tahap 5 : Tahap ini melalui 2 step :
terjadi delokalisasi membentuk keton yang selanjutnya terjadi reaksi reduksi
menghasilkan senyawa 2,6-dimetoksi-3-hidroksi-4-alil-toluena.
Tahap 6 :
Tahap
7 :
Digunakan Zn sebagai reduktor.
Tahap
8 : BnBr digunakan sebagai gugus pelindung,
K2CO3 sebagai
katalis dan DME/DMF sebagai pelarut.
Tahap
9 :
Pembentukkan epoksida dari dioksan
Tahap
10 : Cincin
epoksida membuka dan disubstitusi olen CH3CN
dan menyebabkan O kekurangan elektron, ditambahkan CrO3- sehingga menghasilkan gugus keton.
Mekanisme
Pembentukan Cincin Medium
Step
1 : Terjadi
reaksi substitusi – OMe dalam suasana asam
Step
2 : LAH
sebagai reduktor akan mereduksi CN menjadi NH2
Step
3 : Gugus
pelindung Bn dihilangkan dengan menggunakan katalis Pd, Karbon untuk menyerap
air dan methanol mengubah suasan menjadi asam (mengasamkan).
Step
4 dan 5 : mengoksidasi
senyawa yang telah didapat dan menggunakan metanol sebagai pelarut.
5. SIKLISASI
TRANSANNULAR
Pada tahap ini, terbentuk cincin siklik baru dari gugus NH dengan 2
jalan, yang pertama dengan menggunakan MeOH dan SiO2 dan jalan yang
kedua adalah dengan menggunakan gugus S-Me dan Et3N seperti yang
dijelaskan pada gambar berikut ini :
Sumber
:
Mao
Y.; Varoglu M.; Sherman D.H. (April 1999). "Molecular characterization and
analysis of the biosynthetic gene cluster for the antitumor antibiotic
mitomycin C from Streptomyces Iavendulae NRRL 2564.". Chemistry and
Biology 6 (4): 251–263.
https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancers-in-general/treatment/cancer-drugs/mitomycin-c
















terimakasih atas pemaparannya. saya ingin bertanya pada reaksi pembentukan senyawa intermediet tahap 1 menggunakan katalis TiCl2. nah bisakah katalis tersebut diganti dengan yang lain? dan bagaimana sifat dari katalis tsb dalam reaksi?
BalasHapusJelaskan tahap 6 dari PEMBENTUKAN SENYAWA INTERMEDIET AROMATIK
BalasHapusBagaimana dapat terjadi pembentukkan cincin medium pada sintesa yang saudara paparkan di atas ya? Terimakasih
BalasHapusapa perbedaan dari keseluruhan jenis mitomycin tersebut??
BalasHapusyang berbeda hanya pada gugus samping nya saja. adanya perbedaan pada gugus sampingnya, menyebabkan sifat bioaktivitasnya dalam antikanker juga berbeda -beda karena adanya gugus samping juga bepengaruh terhadap bioaktiviasnya.
HapusBagaimana prinsip pendekatan kishi?
BalasHapusPerkusor apa yang digunakan pada sintesis mitomycin?
BalasHapusPada sintesis mytomycin yg saudari paparkan, apakah ada penggunaan gugus pelindung? Mohon dijelaskan ya
BalasHapusapa katalis yang digunakan pada sintesis senyawa ini ?
BalasHapus